Tips Merawat Mobil Matik

Tips Merawat Mobil Matik

Tips Merawat Mobil Matik – Mengetahui cara merawat mobil matik yang benar bisa dibilang adalah pilihan yang tepat. Soalnya, sekali saja ditemukan komponen yang rusak, biaya perbaikannya tentu gak sedikit.

Sebab itu, perawatan mobil matik harus benar-benar diperhatikan, terutama bagian transmisinya yang dianggap paling rentan akan kerusakan. Jika masih dianggap sepele, masalah justru semakin bertambah runyam, dan merambah hingga ke performa dari mobil tersebut.

Oleh karenanya, penting banget buat kamu mengetahui masalah-masalah yang muncul dari penggunaan mobil matic hingga cara merawatnya yang benar.
Berikut ini tips merawat mobil matik.

1. Jangan lupa panaskan mobil setiap hari

Hal ini mungkin terlihat sepele. Tapi memanaskan mobil secara rutin juga sangat dianjurkan, terutama jika kita berbicara mengenai cara merawat mobil matic yang benar. Sebab, mobil matic yang setiap harinya dipanaskan akan membuat mesinnya tetap prima, sehingga gak mudah mengalami masalah.

Selain itu, mobil yang dipanaskan juga sangat baik untuk membuat sirkulasi oli tetap merata ke seluruh komponen yang terdapat dalam mesin mobil. Saat dipanaskan, pastikan kondisi transmisi mobil dalam posisi netral, dan biarkan dalam keadaan seperti itu tanpa hidup AC kurang lebih selama 3 menit.

2. Penggunaan persneling yang tepat sesuai kondisi

Penggunaan persneling atau transmisi yang tepat, juga disebut sebagai salah satu cara merawat mobil matik yang benar. Di sini maksudnya adalah kamu harus menggunakan persneling sesuai dengan kondisi saat berkendara.

Misalnya, saat mobil sedang di parkir. Sebaiknya, gunakan persneling “P” alias parking, dan jangan sekali-kali memindahkannya ke mode transmisi “D” atau drive, lalu mematikan kendaraan secara paksa. Karena hal tersebut justru membuat bagian persneling dan kopling mobil matik cepat mengalami kerusakan.

Contoh lainnya adalah saat kondisi macet. Di situasi ini, kamu bisa memindahkan mode transmisi ke “N” atau neutral sembari mengangkat rem tangan. Sangat tidak dianjurkan untuk mengalihkan persneling ke “P”, kecuali memang dalam keadaan berhenti atau parkir.

3. Rutin mengganti oli transmisi

Kunci utama dari cara merawat mobil matik yang benar bisa dibilang terletak pada sistem transmisinya. Apalagi setelah kita tahu jika transmisi sangat rentan mengalami kerusakan. Oleh karenanya, pada bagian ini kamu benar-benar harus memperhatikan perawatannya. Salah satu kiat yang enggak boleh diabaikan adalah pergantian oli transmisi.

Penggantian oli ini bisa dilakukan berdasarkan perhitungan jarak tempuh mobil.
Idealnya sih, saat mobil sudah mencapai jarak tempuh minimal 25 ribu km dan maksimal 50 ribu kilometer.

Gunakan oli berkualitas baik, dan setelah menggantinya pun kamu tetap harus mengecek kondisi oli dari dipstick, dengan menempatkan mobil di jalanan yang rata.
Apabila volume oli berada di garis normalnya, itu berarti kondisi oli transmisi dalam keadaan baik.

Namun berbeda halnya jika volume oli berada di garis terendah, yang artinya terdapat kebocoran di dalam, dan harus segera di tangani.

4. Selain Oli Transmisi, Oli Mesin juga harus diperbarui

Bukan cuma menyoal transmisinya saja, oli mesin pun butuh kamu perhatikan, terutama jika kamu ingin menerapkan cara merawat mobil matic yang benar.
Pelumas mesin bisa kamu perbarui setiap mobil sudah menempuh jarak 80 ribu hingga 100 ribu kilometer. Ingat, gunakan selalu oli khusus mesin mobil matik, agar performanya semakin maksimal dan nyaman ketika dikendarai.

5. Siap Siaga Kala Mobil Terendam Banjir

Rasanya sia-sia saja mengikuti keempat cara merawat mobil matic di atas, jika saat mobil terendam banjir, kamu enggak langsung sigap untuk memberikan pertolongan pertama. Maka dari itu, sesaat setelah mobil matic kebanjiran, segeralah lakukan pengeringan pada berbagai komponen di dalamnya, mulai dari busi, karburator, V-belt, dynamo starter, hingga saringan angin.

Kamu juga harus segera menguras oli mesin dan transmisi, kemudian menggantinya dengan yang baru. Terakhir, kuras pula tangki bahan bakar jika air kemungkinan masuk ke dalam bagian tersebut. Kalau lamban menanganinya, selain menyebabkan kerusakan mesin, juga bisa menyebabkan mobil menjadi mogok lho.

6. Jangan Injak Pedal Gas Tiba-tiba

Cara merawat mobil matik yang benar berikutnya masih berhubungan dengan sistem transmisinya. Setelah mobil siap digunakan, usahakan untuk tidak langsung menancap gas tiba-tiba atau mendalam.

Pasalnya, kebiasaan yang satu ini justru bakal berimbas pada katup solenoidnya.
Di mana katup akan mengalami kerusakan akibat proses perubahan oli ke konverter torsi yang tidak sempurna.

7. Selalu servis mobil tepat pada waktunya

Kalau untuk cara merawat mobil matic yang satu ini, sebenarnya sih setiap pemilik pasti sudah paham. Hanya saja, masih ada beberapa diantara mereka yang justru menganggap sepele hal ini.

Padahal, enggak ada susahnya lho untuk mengikuti instruksi di buku panduan mengenai waktu servis. Dengan begitu, mobil bakal tetap dalam kondisi bagus, dan otomatis mesinnya juga tidak mudah bermasalah.

8. Melakukan Uji Jalan

Maksud dari uji jalan disini adalah mengendarai mobil seperti biasa kira-kira setiap beberapa bulan sekali. Cara merawat mobil matik yang satu ini juga tak kalah penting untuk dilakukan, guna mendeteksi suara atau guncangan tak wajar, saat kamu memindahkan tuas persnelingnya. Apabila kamu merasakan sesuatu yang aneh pada mobil, kemungkinan besar terdapat masalah pada sistem transmisinya. Dan hal ini harus segera ditangani, salah satunya dengan membawa mobil ke bengkel resmi.

9. ‘Peka’ Terhadap Kondisi Mobil

Setiap pemilik mobil pasti secara tak langsung sudah memiliki “ikatan” antara dirinya dengan kendaraan yang dimiliki. Hal inilah yang akhirnya membuat ia sadar jika ada sesuatu yang tak wajar dengan mobilnya, baik itu kerusakan kecil maupun besar. Bukan hanya bisa dirasakan, mesin mobil atau komponen lainnya yang mengalami kerusakan juga biasanya sangat nyata terlihat. Apabila sudah mengetahuinya, segeralah membawa mobil matik mu ke bengkel untuk melakukan servis. Jangan dibiarkan berlarut-larut kalau tak ingin ongkos reparasinya semakin membengkak, dan membahayakan nyawa.